Jumat, 19 Oktober 2018

INI ADALAH HUKUM SEMESTA (The Magic : 7-8)

Syukur beroperasi melalui sebuah hukum Semesta yang mengatur seluruh hidup Anda. Menurut hukum tarik-menarik, yang mengatur semua energi di Semesta, mulai dari pembentukan sebuah atom sampai gerakan plenet, “ kemiripan menarik kemiripan”
Karena hukum tarik-menariklah sel-sel setiap mahluk hidup menggabung bersama, begitupula substansi dari setiap benda material.
Dalam hidup Anda, hukum ini beroperasi pada pikiran dan perasaan Anda, karena pikiran dan perasaan juga energi, jadi apapun yang Anda pikir, apapun yang Anda rasa, Anda menariknya kepada diri Anda. Jika Anda berpikir, “ aku tidak suka pekerjaanku,” “ Aku tidak punya cukup uang,” “ Aku tidak bisa menemukan pasangan yang sempurna,” “ Aku tidak bisa membayar tagihan-tagihanku,” “Aku rasa aku akan mengalami sesuatu yang buruk,” “ Dia tidak menghargaiku,” “ Aku tidak akur dengan orang tuaku,” “Aku anak bermasalah,” “ Hidup berantakan,” atau “ Pernikahanku bermasalah,” maka Anda akan menarik pengalaman-pengalaman seperti itu. Tetapi jika Anda memikirkan apa yang Anda syukuri, misalnya, “ Aku menyukai pekerjaanku,” “Keluargaku sangat mendukung, “ “ Liburanku sangat menyenangkan,” “ Hari ini aku merasa luar biasa,” “Aku mendapatkan pengembalian pajak paling besar yang pernah kuterima,” atau “ Aku mengalami akhir pekan yang hebat dengan berkemah bersama putraku,” dan Anda sungguh-sungguh merasakan syukur itu, maka hukum tarik-menarik menyatakan Anda pasti menarik lebih banyak pengalaman-pengalaman semacam itu ke dalam hidup Anda. Cara kerjanya sama seperti logam, yang tertarik pada magnet; syukur Anda adalah magnet, dan semakin banyak syukur yang Anda miliki, semakin banyak kelimpahan yang Anda tarik. Ini adalah hukum Semesta! Tentu Anda pernah mendengar berbagai istilah, seperti. “ Apa yang pergi akan kembali,” “ Anda memanen apa yang Anda tanam,” dan “ Anda mendapatkan apa yang Anda beri.” Nah, semua istilah itu menjelaskan hukum yang sama, dan juga menjelaskan sebuah prinsip Semesta yang ditemukan oleh ilmuan besar, Sir Isaac Newton. Penemuan-penemuan ilmiah Newton termasuk hukum-hukum gerak yang fundamental di dalam Semesta, salah satunya menyatakan: Setiap aksi memilik reaksi yang berlawanan dan setara. Ketika Anda menerapkan gagasan syukur ke dalam hukum Newton ini, maka bunyinya: setiap aksi memberi syukur selalu menyebabkan reaksi menerima.
Dan apa yang Anda terima selalu setara dengan jumlah syukur yang Anda berikan.
Ini berarti, setiap aksi syukur akan memulai reaksi menerima!
Dan semakin tulus serta memperdalam perasaan syukur Anda (dengan kata lain, semakin banyak syukur yang Anda berikan), semakin banyak Anda akan menerima.
(The Magic: 7-8)

Tidak ada komentar: