Jumat, 19 Oktober 2018

Hari 1 MENGHITUNG KARUNIA (The Magic : 32-34)

Anda mungkin pernah mendengar orang berkata untuk menghitung karunia yang Anda terima, dan ketika Anda memikirkan hal-hal yang Anda syukuri, sebenarnya Anda sedang mensyukurinya. Tetapi yang mungkin tidak Anda sadari adalah bahwa menghitung karunia adalah salah satu latihan yang paling berdaya yang bisa Anda lakukan, dan itu akan dengan ajaib mengubah seluruh hidup Anda! Ketika Anda bersyukur atas hal-hal yang Anda miliki, betapa pun kecilnya itu, Anda akan melihat hal-hal itu langsung bertambah. Jika Anda bersyukur atas uang yang Anda miliki, betapapun kecilnya, Anda akan melihat uang Anda bertambah dengan ajaib. Jika Anda bersyukur atas suatu relasi, bahkan jika relasi itu tidak sempurna, Anda akan melihat relasi itu menjadi lebih baik lagi secara ajaib. Jika Anda bersyukur atas pekerjaan impian Anda, segalanya akan mulai berubah sehingga Anda lebih menikmati pekerjaan Anda, dan segala jenis peluang untuk pekerjaan Anda tiba-tiba muncul. Sisi sebaliknya adalah ketika kita tidak menghitung karunia yang kita terima, kita bisa jatuh kedalam perangkat tidak sengaja menghitung hal-hal negatif. Kita menghitung hal-hal negatif ketika kita membicarakan hal-hal yang tidak kita miliki. Kita menghitung hal-hal negatif ketika kita mengkritik atau menemukan kesalahan pada orang lain, ketika kita mengeluhkan lalu lintas, menunggu antrean, penundaan, pemerintah, ketidakcukupan uang, atau cuaca. Ketika kita menghitung hal-hal negatif, hal-hal negatif juga bertambah, dan yang paling penting, bersamaan dengan setiap hal negatif yang kita hitung, kita menunda karunia yang sedang dalam perjalanan menuju kita. Saya telah mencoba keduanya – menghitung karunia dan menghitung hal negatif – dan saya bisa memastikan bahwa menghitung karunia adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan kelimpahan di dalam hidup. “ Lebih baik kehilangan hitungan ketika menghitung karunia Anda daripada kehilangan karunia ketika menghitung masalah.” MALTBIE D. BABCOCK (1858-1901) PENULIS DAN PENDETA Hitunglah karunia Anda pagi-pagi benar, atau sedini mungkin setiap hari. Daftar Anda bisa ditulis tangan, diketik dikomputer, atau menggunakan buku atau jurnal khusus untuk menyatukan syukur Anda di satu tempat. Hari ini, Anda akan membuat satu daftar sederhana dari sepuluh karunia yang ingin Anda syukuri di dalam hidup Anda. Ketika Einstein bersyukur, ia memikirkan mengapa ia bersyukur. Ketika Anda memikirkan alasan mengapa bersyukur atas hal,orang, atau situasi tertentu, Anda akan merasakan syukur yang lebih mendalam. Ingatlah bahwa keajaiban syukur terjadi selaras dengan derajat perasaan Anda! Jadi, untuk setiap hal yang Anda tulis di daftar Anda, tulis juga mengapa Anda bersyukur untuk itu. Berikut adalah beberapa ide untuk menulis daftar Anda: • Saya sungguh-sungguh mendapat karunia karena memiliki ...apa?....., karena ....mengapa?....... • Saya sangat bahagia dan bersyukur atas ...apa?....., karena ....mengapa?....... • Saya sungguh-sungguh bersyukur atas ...apa?....., karena ....mengapa?....... • Dengan sepenuh hati saya berterima kasih atas ...apa?....., karena ....mengapa?....... Setelah selesai membuat sepuluh daftar karunia, kembalilah dan bacalah satu persatu, di dalam hati atau dengan suara keras. Ketika Anda tiba di akhir setiap karunia, ucapkan kata-kata ajaib sebanyak tiga kali terima kasih, terima kasih, terima kasih, dan rasakan syukur sebanyak mungkin atas setiap karunia itu. Untuk membantu Anda merasakan lebih banyak syukur, Anda bisa bersyukur atas Semesta, Tuhan, kebaikan hidup, diri yang lebih besar, atau apapun konsep yang menarik bagi Anda. Ketika Anda mengarahkan syukur ke sesuatu atau seseorang, Anda akan bisa merasakan dengan lebih dalam, dan syukur Anda akan memiliki daya yang lebih kuat serta menciptakan lebih banyak keajaiban! Itulah sebabnya suku bangsa dan budaya-budaya kuno memilih simbol-simbol seperti matahari untuk mengarahkan syukur mereka. Mereka menggunakan simbol- simbol fisik untuk mewakili sumber universal semua kebaikan, dan ketika berfokus pada simbol-simbol itu, mereka merasakan lebih banyak syukur.

Tidak ada komentar: